CLOUDY DAYS

Setelah Bapak berpulang, nggak ada yang lebih memenuhi pikiran daripada bagaimana dengan Ibu nanti. Selama ini selalu bersama bahkan hidup sehari-hari hanya berdua karena semua anak-anaknya tinggal di luar kota. Ibu selalu bilang kuat dan ikhlas, menangispun hanya sesaat pada prosesi pemakaman Bapak. Tapi sejak hari itu matanya selalu terlihat kosong. Pasti rindu ya bu.

Diriwayatkan dari sahabat Anas r.a., dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt. berfirman: “Ketika Aku menimpakan cobaan dan musibah kepada seorang hamba-Ku, dengan cucuran dua air matanya (karena ada yang meninggal dunia), lalu dia bersabar, maka aku akan mengganti cucuran dua air mata itu di surga kelak.” Semoga surga selalu untukmu bu.

Setiap bangun tidur masih merasa apa ini hanya mimpi. Terakhir ketemu Bapak di bulan Desember 2019 kemarin setelah Bapak dan Ibu umroh. Bela-belain nyetir Salatiga-Jakarta berdua sama Ibu karena mau nginep di rumah Parkit yang baru kami tinggali. Setelah itu datanglah pandemi yang membuat kami anak-anak menunda mudik saat Idul Fitri. Dua hari sebelum meninggal juga masih sempat video call sama Aksara dan nggak mengeluh sakit sedikitpun. Tetapi Allah sudah berkehendak.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan. (Al-Anbiya : 35)

Sampai hari ini belum ada hari terlewati tanpa menangis kalau teringat almarhum. Semoga dimudahkan proses ikhlas hingga suatu hari nanti hanya tersisa senyum dan kebanggaan kalau teringat Bapak. Mungkin kehilangan ini tidak akan selamanya tentang kesedihan, melainkan proses meyakini takdir Allah yang paling baik dengan terus bertawakal.