PREGNANCY : THE SECOND TRIMESTER

Little bebe is entering week twenty one now.

Nggak kerasa udah masuk bulan ke lima. Dari awal hamil sering dikasih tau dan baca kalau trimester kedua adalah masa-masa paling menyenangkan. Mungkin karena kita (ibu hamil) sudah berhasil beradaptasi dengan kondisi kehamilan dan kehamilan yang belum terlalu berat ini masih memudahkan kita beraktifitas. Pantes biasanya babymoon paling pas dilakukan di trimester dua. Hmmm … mau nodong mas Adit kemana yaaa? hehehe 😀

Yang aku alami dan rasakan di trimester kedua ini adalah :

Feeling relieved, special, proud but sometimes doubtful and panick

Lega karena sudah melewati trimester pertama dengan lancar dan kehamilan terasa lebih ringan. Spesial karena semua orang tahu kalau kita hamil dan kadang-kadang bisa mendapatkan priviledge termasuk doa-doa untuk kelancaran kehamilan. Bangga karena akan menjadi ibu, doing the most important job in the world – growing a human being. Walau kadang-kadang ragu bisa nggak sih kita menghadapi perubahan besar ini dan jadi panik mendadak mikirin persalinan nanti bisa atau nggak, ASI nya gimana, sehat nggak yah si bayi dan lain lain. Untungnya mas Adit selalu ngasih sugesti positif untuk mengatasi kecemasan-kecemasanku.

How I feel physically

Back to normal, almost. Nggak lagi sensitif sama bau-bauan, bahkan udah mulai tahan dengan bau espresso yang sebelumnya jadi musuh utama aku. Mual, eneg atau pengen muntah juga hilang, jadi nafsu makan sudah kembali normal. Sehari makan 3 kali, 1 kali snack buah dan 1 kali minum susu (kadang-kadang ditambah juga  cemilan yang lagi aku pengen hehe). Sedang mencoba minum air putih lebih banyak lagi demi si janin bisa berenang dengan bebas di dalam perut. Dan udah nggak terlalu sering pipis seperti di trimester pertama.

Sayangnya di trimester kedua ini aku nggak sembuh-sembuh juga dari batuk hampir dua bulan. Perut rasanya keteken kalau lagi batuk-batuk. Dr. Nurwansyah menyarankan untuk ke dokter THT dan setelah cek ternyata memang banyak lendir di tenggorokan yang bikin batuk. Terpaksa deh minum obat karena dikhawatirkan kuman dan virus ibu nanti bisa menular ke janin kalau lama sakitnya. Obat yang diresepkan juga yang aman untuk ibu hamil. Sudah cek ricek ke dokter kandungan, buku dan referensi di internet. Semoga nggak papa ya nak.

Pas hamil 4 bulan aku sempat 3-4 kali migrain. Sakit banget bahkan belum sembuh walaupun udah dibawa tidur. Kata dokter agar aku berhenti dulu makan coklat. Loh kok tau sih dok? Sebelum hamil aku jarang banget makan coklat, tapi pas hamil jadi sering sedia coklat buat jaga-jaga kalau mendadak laper atau eneg. Sejak aku berhenti makan coklat bener lo udah nggak migrain lagi.

Walau badan udah ngerasa jauh lebih enakan buat ngapa-ngapain, tapi namanya juga hamil yaa tetep harus tau batasannya. Kalau kecapekan kayanya aku jadi gampang ngerasa pegal di punggung. Paling enakan kalau udah diusap-usap atau dipijat pelan sama suami (yaaa .. siapa lagi). Dan paling sebel kalau lagi enak-enak tidur terus tiba-tiba kram di betis. Sakit banget rasanya seperti ketarik. Kalau kayak gini pasti bangunin mas Adit minta bantuin ngelurusin kaki biar kramnya hilang.

Oh iya aku juga sempat ngerasa nyeri di panggul dekat pantat sebelah kanan selama seminggu. Sakit banget kalau lagi ubah posisi dari tidur ke duduk, dari duduk ke berdiri, bahkan saat duduk atau dipakai berjalan. Tiga malam aku pakai koyo hangat terasa lebih mendingan, stretching pelan-pelan dengan gerakan prenatal yoga dan banyak minum air putih alhamdulillah membaik. Katanya sih hal ini lumrah terjadi pada ibu hamil karena adanya hormon relaksin yang diproduksi saat kehamilan bukan hanya melenturkan ligamen untuk persiapan kelahiran, tetapi juga membuat gerakan antar sendi menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan ini lah yang menyebabkan nyeri, selain juga peningkatan berat badan saat hamil bisa menjadi penyebab nyeri pada sendi.

Food craving

Kalau ditanya ngidam apa, aku selalu bingung jawabnya. Kalau pengen makanan tertentu ya suka pengen sih tapi bukan yang aneh-aneh, susah dicari atau harus banget diturutin. Nggak hamil juga kayanya sering gitu nggak sih, bm pengen makan macem-macem. Jadi mungkin ngidam itu sugesti aja kali yah. Walaupun pernah baca juga kalau food craving itu bisa jadi sinyal dari tubuh yang membutuhkan asupan tertentu. Asal yang masih masuk akal dan tidak membahayakan sih okelah yaaa diturutin hehe.

Baby Gender & Baby Name

Sampai sekarang kami berdua masih penasaran juga sih jenis kelamin calon anak kami ini. Dokter Nurwansyah sih sudah menebak 70% jenis kelamin saat kehamilan di minggu 17 kemarin. Tetapi belum kelihatan jelas. Semoga besok pas kontrol kamu nggak malu-malu lagi yah nak 🙂

Sebenernya apapun jenis kelaminnya nggak masalah buat kami. Yang terpenting dia lahir dengan sehat fisik, mental dan tidak kekurangan satu apapun. Tapi semakin cepat tahu rasanya semakin enak dan gampang kalau kita lagi ngajak ngobrol dia atau ngebayangin dia, menyiapkan barang-barangnya dan memilihkan nama.

Sebenernya kami berdua sudah punya calon nama anak sejak kita belum nikah. Tapi baru nama depannya saja. Sekarang lagi galau pilih pilih nama tengahnya yang cocok kalau digabungkan. Makanya nggak sabar pengen tahu jenis kelamin si anak bayi biar semakin semangat merangkai namanya.

Beginning to bond

Sejak dengerin detak jantungnya dan melihat perkembangannya via USG rasanya semakin ngerasa deket sama si little bebe. Walaupun aku belum merasakan gerakan-gerakan dia di perut, aku nggak pernah ngerasa sendirian. Setiap ngapa-ngapain suka ngajak ngobrol yang ada di dalam perut sambil elus-elus perut. Aku juga suka minta mas Adit untuk ngajak ngobrol dia sebelum tidur dan saat bangun tidur. Soalnya kan bonding ibu dan anak lebih mudah terbentuk karena si anak ada di dalam rahim si ibu. Nah bonding ayah dan anak juga harus dimulai sedini mungkin dong. Semoga aja pas dia lahir nanti bisa inget yang mana suara ayahnya 🙂

Sebagai muslim kami percaya kalau janin di dalam rahim akan ditiupkah ruhnya pada usia sekitar 4 bulan. Jadi dari usia 4 bulan aku berusaha lebih rajin membacakan ayat suci al-Quran dan mendoakan kesehatan keselamatan calon anak kami.

Aku juga mulai sering puterin musik buat dia dengan harapan bisa membuat dia merasa nyaman. Katanya sih musik klasik bagus untuk unborn baby. Favoritku Mozart Effects for Unborn Baby, Philharmonic Wind Orchestra Disney dan lagu-lagunya Frank Sinatra (Moon River bisa aku ulang-ulang seharian). Walaupun tetep suka juga dengerin mas John Mayer, Coldplay, Adelle, bahkan lagu kekiniannya Rihanna & Calvin Harris atau One Dance nya Drake hahaha. Yang penting selama aku rileks dan senang dengerinya, berharap si bayi juga demikian.

Persalinan

Cita-citaku adalah bisa melahirkan dengan normal, tenang dan minim trauma seperti yang sekarang sedang tren dengan istilah gentle birth. Aku coba cari tahu apa sih gentle birth itu dan ternyata menyenangkan sekali mengetahui filosofinya. Bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses alami yang terjadi dalam kehidupan. Sehingga kita harus mempersiapkannya dengan baik, tenang dan rileks. Mencari tahu pengalaman orang-orang yang melakukan gentle birth membuat aku semangat dan tidak takut menghadapi persalinan normal. Aku juga tertarik mengikuti kelas hypnobirthing yang banyak mengajarkan rileksasi selama proses kehamilan dan persalinan.

Tapi bagaimanapun nanti cara persalinan yang akan dipilih oleh anak kami, mau normal ataupun caesar, aku sudah pasrahkan ke Tuhan dan dokter tentunya. Yang terpenting kami semua dalam keadaan sehat.

Prenatal Yoga & Swimming

Aku bukan tipe orang yang rajin olahraga. Tapi kebetulan sebelum menikah dan sebelum hamil, aku lagi rajin ikut kelas yoga. Sejak tahu kalau hamil, aku berhenti olahraga sama sekali sekitar 3 bulan. Apalagi pas awal kehamilan aku sempat mengalami flek.

Tapi sejak ngerasa nyeri di panggul, pegal di punggung dan kram, aku kepikiran harus olahraga ringan. Dan sepertinya yang paling aman untuk ibu hamil adalah jalan kaki, berenang dan prenatal yoga. Niat bangun pagi dan keluar jalan kaki di sekitar rumah tentu susah banget terwujud haha. Jadi aku pilih untuk buka youtube dan cari video prenatal yoga. Ternyata banyak banget yang buat panduan prenatal yoga at home. Yang paling enak aku ikuti sih Prenatal Yoga-nya Katie Appleton, Prenatal Yoga Routine-nya Lara Dutta dan Prenatal Yoga-nya Sarah Bett. Dengan yoga terasa badan lebih rileks dan kita bisa berlatih pernafasan untuk persiapan persalinan nanti. Kita juga bisa menciptakan bonding dengan janin saat melakukan yoga.

Dua minggu terakhir aku juga ikut mas Adit berenang. Karena aku nggak jago berenang jadinya ya gerak-gerak aja sesukanya di kolam renang. Di dalam air tuh rasanya enak dan nyaman banget deh. Mungkin itu kali yaa kenapa water birth katanya mengurangi rasa sakit saat persalinan.

 

XIAOYI

week 20

 

img_6562

img_6672

week 22

Kayaknya sekarang baru paham sama lagunya Savage Garden yang liriknya I knew I loved you before I met you, I think I dreamed you into life 🙂