PREGNANCY : THE FIRST TRIMESTER

Kehamilanku sekarang memasuki usia 14 minggu. Setelah kemarin berani ngepost di social media mengenai kehamilan kami yang sudah melewati usia 12 minggu (dasar jawiiir), seneng banget karena banyak dikirimin ucapan selamat dan doa dari teman-teman. Ada juga yang ternyata pernah atau lagi cek kehamilan di dokter yang sama, senang jadi punya teman cerita.

Baca-baca buku katanya trimester pertama itu biasanya cukup berat karena banyak sekali perubahan yang terjadi pada ibu hamil. Perubahan hormon yang drastis mempengaruhi fisik dan emosi. Asli rasanya newbie banget kayak anak baru masuk sekolah. Untungnya kakak sepupu mas Adit, mba Putri, langsung meminjamkan aku buku The Pregnancy Book by William Sears, MD and Martha Sears, RN. Membantu banget buat calon ibu yang hamil pertama kalinya. Pada awal-awal bab dijelaskan apa sih yang terjadi pada umumnya di tubuh kita saat kehamilan, walaupun tidak selalu sama terjadi pada setiap ibu hamil.

Kalau aku yang dialami saat melewati trimester pertama adalah :

1. Perasaan campur aduk

Kaget, seneng, khawatir dan terharu. Nggak nyangka bakal dikasih kehamilan secepat ini, seneng karena akan segera bertemu dengan anak kami, khawatir apakah kami sudah siap menjadi orang tua baik secara mental ataupun finansial dan terharu karena dipercaya oleh Tuhan akan rejeki ini. Allah Maha Baik.

Wajar banget ternyata calon ibu dan ayah baru mengalami perasaan-perasaan tersebut. Bagi pasangan yang merencakan kehamilan tentu hal-hal seperti ini akan mudah diatasi. Tapi bagi pasangan yang tidak merencakan kehamilan, normal bagi mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perasaan-perasaan ini. Convince ourselves that ahead of us lies one of the most exciting experiences of our lives and one that will bring momentous change.

2. Sensitif dengan bau atau wewangian

Senewen banget sama bau-bau masakan yang terlalu menyengat, nggak suka bau kulkas, nggak tahan sama bau sabun yang terlalu wangi dan sebel sama bau espresso shot kalau mas Adit lagi buat kopi.

Perlahan-lahan sih aku sudah tidak terlalu bermasalah dengan bau-bauan ini kecuali bau espresso shot masih mengganggu. Langsung ngacir ke kamar kalau mas Adit lagi bikin kopi dan nggak mau diajakin ketemuan di coffee shop. Padahal sebelum hamil hampir setiap hari aku minum kopi dan paling seneng sama bau fresh coffee. Haha sebel.

Di awal kehamilan aku jarang banget ke dapur, menghindari restoran yang masakannya terlalu berbumbu, nggak ke coffee shop, mengganti sabun mandi dengan sabun organik yang baunya ala ala spa dan nggak pakai parfum.

3. Mual, muntah, hilang nafsu makan

Pada week ke-6 sampai dengan week ke-11 hampir setiap hari aku merasakan mual dan eneg. Hal ini membuat aku kehilangan nafsu makan. Ngebayangin makanan atau mencium bau makanan udah bisa bikin mual duluan. Kondisi lapar ternyata juga memicu mual, jadi solusinya aku makan sehari 4-5 porsi tapi dalam porsi yang lebih kecil.

Aku pernah baca kalau hormon progesteron pada ibu hamil memicu otot-otot tubuh lebih rileks, membuat proses pencernaan lebih lama dan memicu produksi gas yang berlebihan. Produksi gas ini memicu perut kembung, sendawa dan kentut. Ditambah lagi aku punya riwayat sakit maagh dan sensitif pada lambung, kalau perut kosong sedikit saja langsung terasa perut penuh dengan gas. Kondisi ini paling parah di pagi hari saat bangun tidur karena perut sangat kosong. Usahakan saat bangun tidur rileks dulu di tempat tidur dan makan krakers atau biskuit sebelum turun dari tempat tidur dan beraktifitas.

Di trimester pertama aku sempat muntah sekitar lima kali. Biasanya hal ini terjadi karena aku terlambat makan. Tapi sebenernya setelah muntah perut terasa lebih lega, kumur-kumur dan cari menu makanan lain biar perut tidak kosong.

4. Kulit kering

Sebelum hamil aku jarang punya masalah dengan kulit. Tapi sejak hamil rasanya kulit jadi lebih kering. Nggak jerawatan di muka sih tapi bruntusan di dahi. Kulit apalagi di bagian perut rasanya kaya ditarik. Sampai sekarang belum ada treatment khusus sih, hanya memakai Jeju Aloe 99% dari Face Shop sebagai pelembab tubuh dan Olive Anti Stretch Mark Oil For Mom dari Wangsa Jelita untuk perut, paha dan payudara.

5. Mudah terbangun saat tidur

Sejak hamil aku memang biasa tidur lebih awal. Kalau biasanya baru bisa tidur setelah jam 12 malam, sekarang jam 10 malam udah ngantuk berat. Tapi sayang rasanya tidur kurang berkualitas. Perubahan fisik membuat kita pintar-pintar mencari posisi tidur, kalau merasa kurang nyaman bisa langsung kebangun. Sering bangun karena ingin pipis atau mendengar bunyi sedikit kencang seperti suara pintu dibuka, bunyi handphone atau volume suara TV.

Aku pernah baca kalau pola tidur ibu hamil mirip dengan pola tidur bayi yang baru lahir. Semakin sedikit tidur nyenyak atau deep sleep dan semakin sering tidur dalam kondisi REM (Rapid Eye Movement). Kondisi REM ini adalah pada saat tidur tetapi kita masih mudah sadar dengan kondisi sekitar. Pada saat kondisi juga membuat kita lebih mudah ingat dengan mimpi kita.

6. Baju mulai tidak nyaman

Mulai minggu ke-11 celana-celana lama aku rasanya sudah mulai nggak nyaman dipakai. Bisa sih akalain celana jeans memakai karet rambut di bagian kancingnya biar bisa tetap dipakai. Tapi setelah makan perut rasanya begah dan tetap nggak nyaman. Aku lebih suka memakai celana legging. Baju-baju juga yang fit badan sudah mulai nggak cocok dipakai jadi lebih memilih memakai kaos-kaos longgar atau dress terusan.

7. Ngidam

Sebenarnya sampai sekarang aku belum merasakan ngidam atau pengen sesuatu yang aneh-aneh. Paling standar pengen yang seger-seger tapi nggak khusus pengen apa. Favoritku buah semangka dingin, es krim dan es kelapa. Malah mas Adit yang cravings makan steak. Dalam seminggu bisa setiap hari dia buat BBQ steak, Sous vide steak, pengen makan Tokyo Skip Jack dan makan di The Holy Ribs. Duh ingat kolesterol mas 😀 Tapi kayanya seru juga yaa kalau punya pengalaman ngidam yang lucu-lucu gitu.

8. Flu

Pulang mudik dari Salatiga kemarin aku sempat flu berat. Dua hari bedrest, balurin badan pakai mentol dan minyak aromatherapy, minum air putih anget dan minum jeruk nipis-madu. Aku dan mas Adit kekeuh untuk nggak minum obat selama kondisi badan aku masih mau makan, minum dan nggak demam.

Sayangnya batuknya nggak hilang-hilang dan setelah konsultasi ke dokter dibolehin minum obat batuk ibu dan anak tapi dosisnya dikurangi cukup sehari satu kali. Aku hanya minum kalau aku rasa batuknya parah dan membuat perutku sakit. Semoga setelah ini nggak kena flu lagi selama hamil.

img_6267

Foto baby bump 13 minggu kemarin di pernikahan Abi & Amitya, 30 Juli 2016 di Sampoerna Strategic Square.

Alhamdulillah trimester pertama sudah dilewati dengan lancar. Welcome second trimester, tetap sehat ya anak 🙂

Tulisan ini terinspirasi dari artikel yang ditulis Andra Alodita.